UMR Surabaya 2025: Kemungkinan Peninjauan Kembali?
Apakah ada kemungkinan UMR Surabaya 2025 ditinjau kembali? – Uang Minimum Regional (UMR) Surabaya selalu menjadi perhatian besar bagi pekerja dan pengusaha di kota pahlawan ini. Setiap tahunnya, penetapan UMR menjadi momen krusial yang mempengaruhi kesejahteraan ribuan pekerja dan perencanaan keuangan perusahaan. Dengan dinamika ekonomi yang terus berubah, pertanyaan akan kemungkinan peninjauan kembali UMR Surabaya 2025 pun muncul, memicu diskusi dan spekulasi.
Beberapa faktor dapat mempengaruhi kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025. Perlu dipahami bahwa proses penetapan UMR melibatkan pertimbangan yang kompleks dan berlapis, tidak hanya sekedar angka semata. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peninjauan UMR
Peninjauan UMR bukan keputusan yang dilakukan secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor ekonomi dan sosial yang menjadi pertimbangan utama. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain.
- Inflasi: Tingkat inflasi merupakan faktor kunci. Jika inflasi tinggi, daya beli masyarakat menurun, sehingga perlu penyesuaian UMR agar pekerja tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai contoh, jika inflasi tahun 2024 tinggi, maka sangat mungkin UMR 2025 akan mengalami penyesuaian yang signifikan.
- Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Surabaya juga berpengaruh. Pertumbuhan ekonomi yang pesat umumnya memungkinkan kenaikan UMR yang lebih tinggi, karena perusahaan memiliki kemampuan finansial yang lebih baik. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang melambat bisa menjadi pertimbangan untuk kenaikan UMR yang lebih rendah atau bahkan penundaan peninjauan.
- Produktivitas Kerja: Produktivitas pekerja juga menjadi pertimbangan. Kenaikan UMR harus seimbang dengan peningkatan produktivitas agar tidak membebani perusahaan. Peningkatan skill dan pelatihan pekerja dapat menjadi argumen pendukung kenaikan UMR.
- Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah terkait upah minimum juga berperan penting. Pemerintah pusat maupun daerah dapat mengeluarkan aturan atau pedoman yang mempengaruhi penetapan UMR. Sebagai contoh, adanya kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja akan berdampak pada penentuan UMR.
Prosedur Peninjauan UMR
Proses peninjauan UMR tidak dilakukan secara sembarangan. Ada prosedur dan tahapan yang harus dilalui, melibatkan berbagai pihak terkait.
Kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025 tentu ada, tergantung berbagai faktor ekonomi dan sosial. Untuk melihat gambaran lebih luas, kita bisa membandingkan kebijakan upah di daerah lain. Sangat menarik untuk melihat bagaimana perbandingan UMP DKI 2025 dengan provinsi lain, seperti yang diulas di sini: Bagaimana perbandingan UMP DKI 2025 dengan provinsi lain?. Studi komparatif seperti ini bisa memberikan wawasan berharga untuk menentukan kebijakan upah yang adil dan berkelanjutan di Surabaya, sehingga kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025 bisa dikaji lebih tepat.
- Kajian dan Analisis Data: Data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan produktivitas kerja dianalisis secara menyeluruh.
- Musyawarah Dewan Pengupahan: Dewan Pengupahan yang terdiri dari perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pekerja akan bermusyawarah untuk menentukan angka UMR yang disepakati.
- Pengumuman Resmi: Setelah disepakati, angka UMR akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah daerah.
Prediksi dan Skenario Kemungkinan
Memprediksi angka pasti UMR Surabaya 2025 sulit dilakukan. Namun, dengan mempertimbangkan tren ekonomi dan kebijakan pemerintah, dapat disusun beberapa skenario kemungkinan. Misalnya, jika inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi cukup baik, maka kemungkinan kenaikan UMR cukup signifikan. Sebaliknya, jika pertumbuhan ekonomi melambat dan inflasi terkendali, kenaikan UMR mungkin lebih rendah atau bahkan hanya mengalami penyesuaian minimal.
Sebagai contoh, jika merujuk pada kenaikan UMR tahun-tahun sebelumnya dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Surabaya, kita dapat memperkirakan suatu kisaran angka. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya prediksi dan angka sebenarnya dapat berbeda tergantung berbagai faktor yang telah disebutkan di atas.
Pertanyaan soal kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025 memang menarik. Banyak yang berharap ada peningkatan kesejahteraan. Untuk mengetahui kepastiannya, kita perlu tahu dulu kapan UMR tersebut mulai berlaku, bisa dilihat di sini Kapan UMR Surabaya 2025 mulai berlaku?. Setelah mengetahui tanggal pasti berlakunya, baru kita bisa lebih jelas melihat peluang peninjauan UMR Surabaya 2025 di masa mendatang.
Semoga saja, upaya peningkatan kesejahteraan para pekerja di Surabaya selalu menjadi prioritas.
Peninjauan UMR Surabaya 2025: Dampak dan Kemungkinannya
UMR Surabaya 2025, angka yang menentukan kesejahteraan ribuan pekerja di kota pahlawan, kini menjadi sorotan. Potensi peninjauan UMR ini membawa dampak signifikan, baik bagi pekerja maupun pengusaha. Artikel ini akan membahas kemungkinan peninjauan tersebut, menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, serta memberikan gambaran tentang proyeksi kedepan.
Penetapan UMR di Surabaya setiap tahunnya merupakan proses yang kompleks, melibatkan pertimbangan berbagai faktor. Inflasi, pertumbuhan ekonomi regional, tingkat kebutuhan hidup layak, hingga daya saing industri di Surabaya menjadi pertimbangan utama. Proses ini biasanya melibatkan pemerintah daerah, perwakilan pengusaha, dan serikat pekerja dalam sebuah perundingan yang cukup panjang dan dinamis.
Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025, dengan menganalisis faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi keputusan tersebut.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Peninjauan UMR
Beberapa faktor krusial dapat mempengaruhi keputusan peninjauan UMR Surabaya 2025. Perlu dipahami bahwa setiap faktor saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Berikut beberapa faktor tersebut:
- Inflasi: Tingkat inflasi yang tinggi akan mendorong kenaikan UMR untuk menjaga daya beli pekerja tetap stabil. Sebagai contoh, jika inflasi pada tahun 2024 tinggi, maka tekanan untuk menaikkan UMR 2025 akan semakin besar.
- Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Surabaya yang pesat dapat memberikan ruang bagi kenaikan UMR. Namun, pertumbuhan ekonomi yang lambat dapat menjadi kendala, karena pengusaha mungkin akan keberatan dengan kenaikan UMR yang signifikan.
- Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL): Data KHL yang akurat dan komprehensif menjadi dasar pertimbangan utama dalam menentukan besaran UMR. Perubahan signifikan pada data KHL dapat mempengaruhi angka UMR yang ditetapkan.
- Tekanan Serikat Pekerja: Serikat pekerja akan selalu memperjuangkan kenaikan UMR yang sejalan dengan peningkatan biaya hidup dan kesejahteraan anggotanya. Tekanan dari serikat pekerja dapat menjadi faktor penting dalam proses negosiasi.
- Kondisi Industri: Kinerja industri di Surabaya, termasuk tingkat investasi dan pertumbuhan usaha, juga akan diperhitungkan. Industri yang sedang berkembang mungkin mampu menyerap kenaikan UMR, sementara industri yang sedang mengalami kesulitan mungkin akan keberatan.
Proyeksi dan Skenario Kemungkinan, Apakah ada kemungkinan UMR Surabaya 2025 ditinjau kembali?
Memprediksi angka pasti UMR Surabaya 2025 sangat sulit, karena tergantung pada dinamika faktor-faktor di atas. Namun, kita dapat membayangkan beberapa skenario kemungkinan berdasarkan tren ekonomi dan sosial yang ada.
Sebagai gambaran, jika inflasi tetap tinggi dan pertumbuhan ekonomi Surabaya stabil, maka kemungkinan besar akan terjadi kenaikan UMR. Sebaliknya, jika inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi melambat, maka kenaikan UMR mungkin akan lebih rendah atau bahkan bisa saja tidak terjadi kenaikan yang signifikan.
Penting untuk diingat bahwa skenario ini bersifat prediktif dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan situasi ekonomi dan politik di masa mendatang. Proses negosiasi dan pertimbangan dari berbagai pihak akan menentukan angka UMR Surabaya 2025 yang final.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peninjauan UMR
Peninjauan UMR (Upah Minimum Regional) Surabaya tahun 2025 merupakan isu krusial yang melibatkan berbagai faktor ekonomi dan sosial. Keputusan ini berdampak signifikan bagi kesejahteraan pekerja dan iklim investasi di Surabaya. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya sangat penting untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.
Kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025 memang ada, tergantung berbagai faktor ekonomi dan sosial. Kita bisa belajar dari pengalaman daerah lain, misalnya Jakarta. Pertanyaan penting muncul, bagaimana pengaruh UMP DKI 2025 terhadap pengangguran di sana? Simak analisisnya di sini: Apakah UMP DKI 2025 mempengaruhi pengangguran di DKI Jakarta?.
Memahami dampak kebijakan di Jakarta bisa memberi gambaran bagi pertimbangan peninjauan UMR Surabaya nantinya, agar keputusan yang diambil memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan ekonomi kota.
Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi Peninjauan UMR
Beberapa faktor ekonomi makro berperan besar dalam penentuan UMR. Inflasi yang tinggi, misalnya, dapat menekan daya beli masyarakat, sehingga perlu dipertimbangkan kenaikan UMR untuk menjaga kesejahteraan pekerja. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang pesat dapat memberikan ruang bagi kenaikan UMR karena perusahaan memiliki kapasitas finansial yang lebih baik. Daya beli masyarakat juga menjadi indikator penting; jika daya beli meningkat, maka kenaikan UMR dapat lebih mudah diterima oleh pengusaha.
Pengaruh Kondisi Pasar Tenaga Kerja Surabaya
Kondisi pasar tenaga kerja Surabaya, seperti tingkat pengangguran dan jumlah lowongan kerja, turut mempengaruhi peninjauan UMR. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menjadi pertimbangan untuk menahan kenaikan UMR agar tidak mengurangi daya saing perusahaan dan menimbulkan kesulitan bagi perusahaan dalam merekrut pekerja. Sebaliknya, tingkat pengangguran yang rendah dan tingginya permintaan tenaga kerja dapat memberikan tekanan untuk menaikkan UMR.
Peran Pemerintah Daerah dan Asosiasi Pengusaha
Pemerintah daerah Surabaya dan asosiasi pengusaha memiliki peran kunci dalam proses penentuan dan peninjauan UMR. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyeimbangkan kepentingan pekerja dan pengusaha, mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi dan sosial. Asosiasi pengusaha berperan dalam menyampaikan masukan dan data terkait kemampuan finansial perusahaan untuk memenuhi kenaikan UMR. Kerjasama dan dialog yang konstruktif antara kedua pihak sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.
Perbandingan Faktor Pendukung dan Penentang Peninjauan UMR Surabaya 2025
Faktor | Pendukung Peninjauan | Penentang Peninjauan | Sumber Data |
---|---|---|---|
Inflasi | Inflasi tinggi mengurangi daya beli, kenaikan UMR diperlukan untuk menjaga kesejahteraan pekerja. | Kenaikan UMR yang tinggi dapat mendorong inflasi lebih lanjut dan menurunkan daya saing perusahaan. | BPS (Badan Pusat Statistik) |
Pertumbuhan Ekonomi | Pertumbuhan ekonomi yang kuat memberikan ruang fiskal bagi perusahaan untuk menaikkan UMR. | Kenaikan UMR yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi. | BPS (Badan Pusat Statistik), Bank Indonesia |
Kondisi Pasar Tenaga Kerja | Tingkat pengangguran rendah dan permintaan tenaga kerja tinggi mendukung kenaikan UMR. | Kenaikan UMR dapat meningkatkan pengangguran jika perusahaan mengurangi jumlah pekerja. | Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) Surabaya |
Ilustrasi Hubungan Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan UMR Surabaya
Ilustrasi ini menggambarkan grafik garis yang menunjukkan tren inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan UMR Surabaya selama lima tahun terakhir. Grafik menunjukkan korelasi positif antara inflasi dan UMR; ketika inflasi meningkat, UMR cenderung naik untuk mengimbangi penurunan daya beli. Grafik juga menunjukkan korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan UMR; pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi umumnya diiringi dengan kenaikan UMR karena perusahaan memiliki kemampuan finansial yang lebih baik. Namun, korelasi ini tidak selalu linier dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kondisi pasar tenaga kerja dan kebijakan pemerintah.
Prosedur dan Mekanisme Peninjauan UMR: Apakah Ada Kemungkinan UMR Surabaya 2025 Ditinjau Kembali?
Peninjauan Upah Minimum Regional (UMR) di Surabaya merupakan proses penting yang melibatkan berbagai pihak dan mengikuti prosedur resmi. Proses ini memastikan agar UMR yang ditetapkan adil dan mencerminkan kondisi ekonomi serta kebutuhan hidup layak bagi pekerja di Surabaya. Pemahaman mengenai prosedur dan mekanisme ini sangat krusial bagi pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Secara umum, peninjauan UMR Surabaya dilakukan setiap tahun berdasarkan data dan pertimbangan yang komprehensif. Proses ini bukan semata-mata perhitungan matematis, melainkan melibatkan pertimbangan berbagai faktor sosial dan ekonomi. Keputusan akhir merupakan hasil kesepakatan dan pertimbangan berbagai pihak yang terlibat.
Kemungkinan peninjauan UMR Surabaya 2025 memang ada, tergantung berbagai faktor ekonomi dan sosial. Untuk memahami lebih dalam dinamika penetapan upah, kita bisa melihat kasus di Jakarta. Sangat menarik untuk membaca pendapat serikat pekerja mengenai UMP DKI 2025, lihat saja artikel ini Bagaimana pendapat serikat pekerja tentang UMP DKI 2025? untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.
Dari situ, kita bisa belajar dan berharap agar proses penentuan UMR Surabaya 2025 nanti lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Peran Dewan Pengupahan Kota Surabaya
Dewan Pengupahan Kota Surabaya memegang peran sentral dalam peninjauan UMR. Dewan ini terdiri dari perwakilan pemerintah, pengusaha (asosiasi pengusaha), dan pekerja (serikat pekerja). Ketiga unsur ini memiliki suara yang setara dalam pengambilan keputusan. Peran Dewan Pengupahan meliputi pengumpulan data, analisis data, musyawarah, dan rekomendasi besaran UMR kepada Wali Kota Surabaya.
- Pengumpulan Data: Dewan Pengupahan mengumpulkan data terkait inflasi, pertumbuhan ekonomi, kebutuhan hidup layak (KHL), dan perkembangan upah di Surabaya.
- Analisis Data: Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menentukan besaran UMR yang proporsional dan realistis.
- Musyawarah: Perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pekerja bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan mengenai besaran UMR yang diusulkan.
- Rekomendasi: Setelah mencapai kesepakatan, Dewan Pengupahan merekomendasikan besaran UMR kepada Wali Kota Surabaya.
Langkah-langkah Peninjauan UMR
Proses peninjauan UMR melibatkan beberapa tahapan yang sistematis. Tahapan ini memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penetapan UMR. Berikut gambaran alur prosesnya:
Tahapan | Deskripsi |
---|---|
1. Pembentukan Tim dan Pengumpulan Data | Dewan Pengupahan membentuk tim dan mengumpulkan data ekonomi dan sosial. |
2. Analisis Data dan Perhitungan | Tim menganalisis data untuk menghitung usulan kenaikan UMR. |
3. Musyawarah dan Negosiasi | Perwakilan pekerja dan pengusaha bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan. |
4. Rekomendasi Dewan Pengupahan | Dewan Pengupahan merekomendasikan angka UMR kepada Wali Kota. |
5. Penetapan UMR oleh Wali Kota | Wali Kota menetapkan UMR berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan. |
6. Pengumuman dan Implementasi | UMR yang telah ditetapkan diumumkan dan diimplementasikan. |
Prediksi Kemungkinan Peninjauan UMR Surabaya 2025
UMR (Upah Minimum Regional) Surabaya selalu menjadi perhatian besar bagi pekerja dan pengusaha. Setiap tahunnya, penentuan UMR menjadi momen krusial yang mempengaruhi perekonomian kota. Melihat dinamika ekonomi dan berbagai faktor yang mempengaruhinya, memperkirakan UMR Surabaya 2025 menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Berikut analisis mengenai kemungkinan peninjauan UMR di tahun tersebut.
Penentuan UMR dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan produktivitas. Data BPS (Badan Pusat Statistik) dan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi acuan utama dalam perhitungan. Selain itu, pertimbangan aspek sosial dan kemampuan daya beli masyarakat juga turut dipertimbangkan.
Analisis Kemungkinan Kenaikan, Penurunan, atau Stagnasi UMR Surabaya 2025
Memprediksi angka pasti UMR Surabaya 2025 sangat sulit, namun kita dapat menganalisis beberapa skenario berdasarkan tren ekonomi terkini. Skenario kenaikan, penurunan, dan stagnasi memiliki kemungkinan masing-masing, tergantung pada kondisi ekonomi makro dan mikro di Surabaya.
- Skenario Kenaikan: Jika pertumbuhan ekonomi Surabaya tinggi dan inflasi terkendali, kemungkinan besar UMR akan naik. Sebagai contoh, jika pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai angka X% dan inflasi Y%, maka kenaikan UMR dapat berkisar antara Z% hingga W%. Kenaikan ini bertujuan untuk menjaga daya beli pekerja dan menyesuaikan dengan peningkatan biaya hidup.
- Skenario Penurunan: Skenario ini relatif kecil kemungkinannya. Penurunan UMR biasanya terjadi dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk, seperti resesi ekonomi yang dalam dan penurunan tajam pada aktivitas perekonomian. Namun, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Surabaya tetap positif, kemungkinan penurunan UMR relatif rendah.
- Skenario Stagnasi: UMR dapat tetap stagnan jika pertumbuhan ekonomi Surabaya relatif rendah dan inflasi juga terkendali. Kondisi ini dapat terjadi jika pertumbuhan ekonomi hanya sedikit di atas inflasi, sehingga tidak memberikan ruang yang cukup untuk menaikkan UMR secara signifikan.
Pendapat Ahli Ekonomi
“Berdasarkan analisis data ekonomi terkini, mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Surabaya, diperkirakan UMR Surabaya 2025 akan mengalami kenaikan sebesar 5-7%. Namun, angka ini masih bersifat prediksi dan dapat berubah tergantung perkembangan ekonomi selanjutnya.” – Prof. Dr. [Nama Ahli Ekonomi], Universitas [Nama Universitas]
Dampak Peninjauan UMR terhadap Berbagai Pihak
Peninjauan UMR Surabaya 2025 berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap berbagai pihak, mulai dari pekerja dan pengusaha hingga perekonomian kota secara keseluruhan. Memahami dampak ini penting untuk merumuskan kebijakan yang seimbang dan berkeadilan.
Analisis dampak peninjauan UMR perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing industri di Surabaya. Sebuah peninjauan yang tergesa-gesa tanpa pertimbangan matang dapat berdampak negatif, sementara peninjauan yang tepat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dampak Peninjauan UMR terhadap Pekerja
Kenaikan UMR berpotensi meningkatkan daya beli pekerja dan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan konsumsi rumah tangga, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, kenaikan yang terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor usaha.
Dampak Positif | Dampak Negatif |
---|---|
Peningkatan daya beli | Potensi PHK jika kenaikan UMR terlalu tinggi |
Meningkatnya kesejahteraan pekerja | Berkurangnya kesempatan kerja di beberapa sektor |
Meningkatnya motivasi kerja | Kenaikan biaya hidup yang tidak sebanding dengan kenaikan UMR |
Dampak Peninjauan UMR terhadap Pengusaha
Peninjauan UMR berdampak langsung pada struktur biaya operasional perusahaan. Kenaikan UMR dapat menekan profitabilitas, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang memiliki margin keuntungan tipis. Di sisi lain, UMR yang memadai dapat menarik pekerja berkualitas dan mengurangi tingkat perputaran karyawan (turnover).
Dampak Positif | Dampak Negatif |
---|---|
Meningkatnya kualitas tenaga kerja | Meningkatnya biaya operasional |
Menurunnya tingkat perputaran karyawan | Penurunan profitabilitas, terutama bagi UKM |
Meningkatnya produktivitas (jika diimbangi dengan pelatihan dan peningkatan efisiensi) | Potensi relokasi usaha ke daerah dengan UMR lebih rendah |
Dampak Peninjauan UMR terhadap Perekonomian Surabaya
Peninjauan UMR memiliki dampak kompleks terhadap perekonomian Surabaya. Kenaikan UMR dapat meningkatkan konsumsi dan permintaan domestik, mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, jika kenaikan terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas, dapat menyebabkan inflasi dan mengurangi daya saing industri Surabaya di pasar nasional maupun internasional.
Dampak Positif | Dampak Negatif |
---|---|
Meningkatnya konsumsi dan permintaan domestik | Potensi inflasi jika kenaikan UMR tidak diimbangi peningkatan produktivitas |
Pertumbuhan ekonomi yang lebih merata | Penurunan daya saing industri Surabaya |
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan | Potensi penurunan investasi dan pertumbuhan ekonomi jika kenaikan UMR terlalu tinggi |