Pengantar Karya Ilmiah tentang Obat-obatan
Contoh Karya Ilmiah Tentang Obat Obatan – Dunia farmasi selalu berpacu dengan waktu. Penemuan obat-obatan baru, pemahaman yang lebih dalam tentang mekanisme kerja obat, hingga upaya mengatasi resistensi antibiotik—semuanya bergantung pada penelitian ilmiah yang solid. Penelitian ini bukan hanya sekadar eksperimen di laboratorium, tapi fondasi bagi kesehatan masyarakat global. Dari riset mendalam ini, lahirlah berbagai jenis karya ilmiah yang bertujuan untuk memajukan pemahaman kita tentang obat-obatan dan aplikasinya.
Karya ilmiah berperan krusial dalam pengembangan dan penggunaan obat-obatan yang aman dan efektif. Prosesnya, mulai dari penemuan senyawa aktif hingga uji klinis skala besar, semua didokumentasikan dan dianalisis secara ilmiah. Hal ini memastikan bahwa obat yang sampai ke tangan pasien telah melalui proses verifikasi yang ketat dan teruji keamanannya.
Jenis-jenis Karya Ilmiah tentang Obat-obatan
Berbagai jenis karya ilmiah digunakan untuk mengkaji aspek-aspek berbeda dari obat-obatan. Masing-masing memiliki pendekatan dan metodologi yang unik, sehingga menghasilkan temuan yang saling melengkapi.
- Artikel Review: Merangkum dan menganalisis penelitian-penelitian terdahulu tentang topik tertentu. Misalnya, review tentang efektivitas obat antihipertensi terbaru.
- Studi Kasus: Mempelajari kasus individu atau kelompok kecil untuk memahami efek obat atau penyakit tertentu secara mendalam. Contohnya, studi kasus tentang efek samping langka dari suatu obat baru.
- Penelitian Eksperimental: Melakukan percobaan terkontrol untuk menguji hipotesis tertentu. Misalnya, penelitian untuk menguji efektivitas obat baru dalam mengobati kanker.
- Penelitian Observasional: Mengamati dan menganalisis data tanpa melakukan intervensi. Contohnya, penelitian kohort untuk mempelajari hubungan antara penggunaan obat tertentu dan risiko penyakit jantung.
Perbandingan Jenis Karya Ilmiah
Tabel berikut membandingkan beberapa jenis karya ilmiah yang umum digunakan dalam penelitian obat-obatan, beserta kelebihan dan kekurangannya.
Jenis Karya Ilmiah | Kelebihan | Kekurangan | Contoh Topik |
---|---|---|---|
Artikel Review | Memberikan gambaran komprehensif tentang suatu topik; Identifikasi tren dan celah penelitian. | Bisa bias jika pemilihan studi tidak representatif; Tidak menghasilkan data baru. | Efek samping jangka panjang dari obat antidepresan |
Studi Kasus | Memberikan wawasan mendalam tentang kasus individu; Berguna untuk mengidentifikasi efek samping langka. | Hasilnya tidak dapat digeneralisasi; Sulit untuk mengendalikan faktor-faktor yang membingungkan. | Interaksi obat yang tidak terduga pada pasien tertentu |
Penelitian Eksperimental | Memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel; Memberikan bukti yang kuat tentang hubungan sebab-akibat. | Bisa mahal dan memakan waktu; Sulit untuk mereplikasi hasil di dunia nyata. | Pengujian efektivitas obat baru dalam model hewan |
Penelitian Observasional | Relatif murah dan mudah dilakukan; Mempelajari fenomena di dunia nyata. | Tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat; Rentan terhadap bias. | Hubungan antara penggunaan obat pereda nyeri dan peningkatan risiko penyakit ginjal |
Memilih Topik Penelitian yang Tepat
Penelitian yang baik berawal dari pertanyaan yang baik. Pilihlah topik yang relevan secara klinis, memiliki potensi dampak yang signifikan, dan dapat dikerjakan dengan sumber daya yang tersedia. Pastikan topik tersebut belum terlalu banyak diteliti sehingga masih ada ruang untuk kontribusi baru. Pertimbangkan juga ketersediaan data dan metode penelitian yang sesuai.
Metode Penelitian dalam Karya Ilmiah Obat-obatan: Contoh Karya Ilmiah Tentang Obat Obatan
Ngomongin obat-obatan, nggak cuma soal ngobatin penyakit aja, ya. Ada proses panjang dan ribet di baliknya, mulai dari penemuan hingga sampai ke tangan pasien. Proses ini melibatkan berbagai metode penelitian yang super ketat dan teliti. Salah langkah, bisa berdampak fatal! Makanya, penting banget buat kita ngerti metode-metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan obat-obatan.
Berbagai Metode Penelitian Obat-obatan
Penelitian obat-obatan nggak cuma satu metode. Ada banyak pendekatan yang bisa digunakan, tergantung tujuan dan jenis obat yang diteliti. Bayangin aja, kayak mau bikin kue, ada yang pakai resep standar, ada yang eksperimen sendiri. Nah, di dunia penelitian obat-obatan juga gitu.
- Studi Observasional: Metode ini kayak jadi detektif, mengamati efek obat pada populasi tertentu tanpa intervensi langsung. Misalnya, peneliti mengamati hubungan antara konsumsi obat tertentu dengan kejadian penyakit jantung. Data dikumpulkan lewat wawancara, rekam medis, dan survei.
- Uji Klinis: Ini adalah metode paling umum dan gold standard dalam penelitian obat. Uji klinis melibatkan pemberian obat kepada manusia, dengan berbagai tahapan yang ketat dan pengawasan medis yang intensif. Tujuannya untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas obat.
- Penelitian In Vitro: Penelitian ini dilakukan di laboratorium, menggunakan sel atau jaringan tubuh. Ini tahap awal untuk melihat potensi efek obat sebelum diuji pada hewan atau manusia. Lebih aman dan hemat biaya dibanding langsung uji klinis.
Langkah-langkah Penelitian Eksperimental Obat-obatan
Penelitian eksperimental obat-obatan itu ibarat bikin resep masakan yang super presisi. Setiap langkah harus terukur dan terdokumentasi dengan baik. Nggak bisa asal-asalan!
- Desain Penelitian: Menentukan metode penelitian, sampel, dan variabel yang akan diukur. Misalnya, menentukan dosis obat, durasi pengobatan, dan parameter pengukuran efektivitas dan keamanan.
- Pengumpulan Data: Mengumpulkan data secara sistematis dan akurat, sesuai dengan desain penelitian. Data bisa berupa hasil laboratorium, pengukuran fisik, dan wawancara dengan subjek penelitian.
- Analisis Data: Menganalisis data menggunakan metode statistik yang tepat untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil analisis akan menunjukkan apakah obat tersebut efektif dan aman.
Diagram Alur Tahapan Penelitian Obat-obatan
Prosesnya panjang banget, lho! Bayangin kayak gini alurnya:
Penemuan senyawa aktif → Penelitian preklinis (in vitro & in vivo) → Uji klinis fase I, II, III → Pengajuan izin edar → Pemasaran dan pemantauan pasca-pemasaran.
Variabel Penting dan Pengendaliannya
Banyak banget variabel yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian obat, mulai dari usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, hingga faktor lingkungan. Peneliti harus pintar-pintar mengontrol variabel-variabel ini agar hasil penelitian valid dan reliable.
- Variabel Bebas: Variabel yang dimanipulasi peneliti, misalnya dosis obat.
- Variabel Terikat: Variabel yang diukur, misalnya penurunan tekanan darah.
- Variabel Pengganggu: Variabel yang bisa memengaruhi hasil penelitian, misalnya usia dan jenis kelamin. Peneliti harus berupaya meminimalisir pengaruh variabel pengganggu ini, misalnya dengan teknik randomisasi atau matching.
Contoh Desain Penelitian Efek Samping Obat
Misalnya, kita mau teliti efek samping obat antihipertensi X. Kita bisa pakai desain penelitian randomized controlled trial (RCT). Subjek penelitian dibagi dua kelompok secara acak: kelompok yang mendapat obat X dan kelompok kontrol (mendapat plasebo). Selama periode penelitian, kita pantau efek samping yang muncul di kedua kelompok, lalu kita bandingkan hasilnya secara statistik.
Penulisan Karya Ilmiah tentang Obat-obatan
Ngejar gelar sarjana atau sedang terlibat dalam riset medis? Karya ilmiah tentang obat-obatan jadi salah satu tugas yang mungkin bikin kamu garuk-garuk kepala. Tapi tenang, dengan struktur yang tepat dan sedikit tips jitu, menulis karya ilmiah tentang obat-obatan nggak sesulit yang dibayangkan. Artikel ini akan membedah langkah-langkahnya, mulai dari struktur hingga tips menulis diskusi yang ciamik!
Struktur Umum Karya Ilmiah tentang Obat-obatan
Sebuah karya ilmiah yang solid punya struktur baku. Bayangkan ini sebagai kerangka rumah, kokoh dan terorganisir. Tanpa kerangka yang baik, rumahmu bisa ambruk, kan? Begitu juga dengan karya ilmiah. Berikut struktur umumnya:
- Abstrak: Ringkasan singkat dan padat isi karya ilmiahmu. Think of it as a trailer film, yang bikin pembaca penasaran dan ingin tahu lebih lanjut.
- Pendahuluan: Bagian ini mengenalkan topik, latar belakang, dan rumusan masalah. Ini layaknya intro sebuah lagu, yang membangun suasana dan menarik perhatian.
- Metode: Bagian ini menjelaskan bagaimana kamu melakukan penelitian, mulai dari desain penelitian hingga teknik analisis data. Ini seperti resep masakan, langkah demi langkah yang harus diikuti.
- Hasil: Presentasi data dan temuan penelitianmu secara objektif. Bayangkan ini sebagai bukti hasil eksperimenmu, harus valid dan terpercaya.
- Diskusi: Interpretasi hasil penelitian, analisis kritis, dan menghubungkannya dengan literatur yang ada. Ini adalah bagian di mana kamu berargumen dan memberikan analisis mendalam.
- Kesimpulan: Ringkasan temuan dan implikasi penelitian. Bagian ini menjawab pertanyaan yang diajukan di pendahuluan dan memberikan kesimpulan yang jelas.
Menulis Pendahuluan yang Menarik dan Informatif
Pendahuluan yang bagus bak magnet, menarik pembaca untuk terus membaca. Jangan langsung masuk ke inti masalah, tapi bangun dulu rasa penasaran. Mulailah dengan latar belakang yang relevan, kemudian jelaskan masalah yang akan dibahas, dan akhirnya sampaikan tujuan penelitianmu. Contohnya, kamu bisa memulai dengan statistik tentang penyakit tertentu dan bagaimana obat-obatan berperan dalam mengatasinya.
Penyajian Data Penelitian yang Efektif
Data penelitian adalah jantung karya ilmiahmu. Presentasikan data secara efektif agar mudah dipahami. Gunakan tabel dan grafik yang informatif, serta hindari presentasi data yang bertele-tele. Misalnya, jika kamu meneliti efektivitas obat baru, gunakan grafik batang untuk membandingkan tingkat keberhasilan pengobatan antara kelompok yang diberi obat dan kelompok plasebo. Pastikan sumbu X dan Y jelas dan mudah dibaca, serta sertakan keterangan yang lengkap.
Tips Menulis Diskusi yang Kritis dan Analitis
Bagian diskusi adalah tempat kamu menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Jangan hanya menjelaskan hasil penelitianmu, tapi juga analisis dan bandingkan dengan temuan peneliti lain. Hubungkan hasil penelitianmu dengan teori dan literatur yang relevan. Tunjukkan juga keterbatasan penelitianmu dan sarankan penelitian lebih lanjut. Ini menunjukkan objektivitas dan kehati-hatian dalam menarik kesimpulan.
Contoh Paragraf Diskusi
Misalnya, penelitian tentang efektivitas obat baru untuk penyakit jantung koroner menunjukkan penurunan signifikan angka kematian pada kelompok yang mengonsumsi obat tersebut dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas senyawa aktif dalam obat tersebut dalam menghambat pembentukan plak pada arteri koroner. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena ukuran sampel yang relatif kecil. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dibutuhkan untuk memperkuat temuan ini dan mengeksplorasi efek samping jangka panjang dari obat tersebut.
Format dan Referensi Karya Ilmiah
Ngejar nilai A di kampus? Karya ilmiah jadi kunci utamanya! Tapi, nggak cuma isi aja yang penting, format dan referensi yang bener juga krusial banget. Salah sedikit, bisa-bisa nilai kamu amblas. Makanya, yuk kita bahas tuntas soal format penulisan dan cara bikin daftar pustaka yang kece badai!
Penulisan karya ilmiah itu kayak masak; ada resepnya, ada bahan-bahannya, dan ada cara penyajiannya. Resepnya adalah gaya penulisan, bahan-bahannya adalah data dan informasi yang kamu kumpulkan, dan penyajiannya adalah bagaimana kamu menyusun dan merujuk semua sumber tersebut dengan benar. Salah sedikit, karya ilmiahmu bisa terasa hambar bahkan bermasalah secara akademis.
Format Penulisan Karya Ilmiah
Ada banyak banget format penulisan karya ilmiah yang umum dipakai, masing-masing punya aturannya sendiri. Tiga yang paling sering dijumpai adalah APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), dan Chicago. Ketiganya punya perbedaan di hal sitasi dan daftar pustaka. Pilih salah satu yang sesuai dengan pedoman kampus atau jurnal tempat kamu mau publikasikan karya ilmiahmu. Jangan sampai salah pilih, ya!
Contoh Penulisan Sitasi dan Daftar Pustaka
Bayangin kamu lagi nulis karya ilmiah tentang efektivitas obat herbal. Kamu dapet informasi dari buku dan jurnal. Nah, cara nulis sitasi dan daftar pustakanya beda-beda, tergantung format yang kamu pilih. Contohnya, kalau pakai format APA, sitasi dalam teks mungkin terlihat seperti ini: (Smith, 2023), sedangkan daftar pustakanya akan terstruktur dengan detail penulis, tahun terbit, judul, dan lain sebagainya.
- APA: Lebih sering digunakan di bidang ilmu sosial dan psikologi. Sitasi ringkas dalam teks, daftar pustaka terstruktur dan detail.
- MLA: Umum digunakan di bidang humaniora, fokus pada penulis dan karyanya.
- Chicago: Lebih fleksibel, ada dua style: notes-bibliography dan author-date. Sering digunakan di bidang sejarah dan humaniora.
Contoh Daftar Pustaka Berbagai Jenis Sumber
Daftar pustaka yang lengkap dan akurat itu penting banget. Pastikan kamu mencantumkan semua sumber yang kamu gunakan, baik itu jurnal ilmiah, buku, website terpercaya, atau bahkan wawancara. Berikut contohnya:
Penulis | Tahun | Judul | Penerbit/URL |
---|---|---|---|
Smith, J. | 2023 | Efektivitas Obat Herbal | Penerbit A |
Jones, A. | 2022 | “Studi tentang Tanaman Obat” | Jurnal Ilmu Kedokteran, Vol. 10, No. 2, pp. 55-70 |
Departemen Kesehatan | 2021 | Pedoman Pengobatan Herbal | www.kesehatan.go.id |
Template Tabel Daftar Referensi
Buat daftar referensi yang rapi dan mudah dibaca, gunakan template tabel. Dengan begitu, semua informasi terstruktur dengan baik dan konsisten. Template di atas bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan format penulisan yang kamu gunakan.
Panduan Etika Penulisan Ilmiah dan Pencegahan Plagiarisme
Menulis karya ilmiah itu seperti membangun rumah. Bahan bangunannya adalah ide dan informasi dari berbagai sumber. Namun, semua bahan harus diproses dan disusun dengan cara yang jujur dan bertanggung jawab. Jangan pernah mengambil ide atau kalimat orang lain tanpa memberikan kredit yang layak. Plagiarisme adalah tindakan tidak terpuji dan bisa berakibat fatal bagi karier akademismu. Selalu parafrase dan berikan sitasi yang tepat untuk setiap informasi yang kamu ambil dari sumber lain. Kejujuran akademis adalah kunci kesuksesan.
Contoh Karya Ilmiah dan Analisisnya
Ngomongin karya ilmiah, khususnya yang membahas obat-obatan, emang nggak sembarangan. Butuh riset yang matang, metodologi yang tepat, dan analisis data yang teliti. Nah, biar kamu makin paham, kita bahas contoh konkretnya, lengkap dengan analisis dan saran perbaikannya. Siap-siap menyelami dunia penelitian ilmiah, guys!
Abstrak Contoh Karya Ilmiah tentang Obat-obatan
Sebagai contoh, bayangkan sebuah abstrak karya ilmiah yang membahas efektivitas ekstrak daun sirih dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Abstrak tersebut akan secara singkat menjelaskan latar belakang masalah (tingginya resistensi bakteri terhadap antibiotik), tujuan penelitian (menguji efektivitas ekstrak daun sirih), metode penelitian (uji laboratorium menggunakan metode difusi cakram), hasil penelitian (ekstrak daun sirih menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan), dan kesimpulan (ekstrak daun sirih berpotensi sebagai alternatif pengobatan infeksi Staphylococcus aureus). Abstrak ini harus ringkas, padat, dan informatif, menggambarkan keseluruhan isi penelitian.
Detail Isi Karya Ilmiah: Efektivitas dan Keamanan Obat X
Mari kita ambil contoh karya ilmiah yang meneliti efektivitas dan keamanan obat X, sebuah obat antihipertensi baru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian *randomized controlled trial* (RCT) dengan melibatkan 100 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan (menerima obat X) dan kelompok kontrol (menerima plasebo). Metode pengumpulan data meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik, dan pengisian kuesioner efek samping. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-test dan ANOVA untuk membandingkan perbedaan tekanan darah antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat X secara signifikan menurunkan tekanan darah diastolik dan sistolik dibandingkan dengan kelompok plasebo, dengan sedikit efek samping yang ringan dan dapat ditoleransi.
Kesimpulannya, obat X terbukti efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah. Namun, penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi pengamatan yang lebih panjang diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang obat X.
Kekuatan dan Kelemahan Karya Ilmiah Contoh
Kekuatan dari karya ilmiah ini terletak pada penggunaan metode penelitian RCT yang tergolong kuat dalam membuktikan hubungan sebab-akibat. Penggunaan kelompok kontrol dan randomisasi membantu meminimalisir bias. Namun, kelemahannya mungkin terletak pada jumlah sampel yang masih relatif kecil (100 partisipan), sehingga generalisasi hasil penelitian perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Selain itu, durasi pengamatan yang singkat juga dapat membatasi kesimpulan mengenai keamanan jangka panjang obat X.
Saran Perbaikan Karya Ilmiah
- Meningkatkan jumlah sampel penelitian untuk meningkatkan kekuatan statistik dan generalisasi hasil.
- Memperpanjang durasi pengamatan untuk menilai efektivitas dan keamanan obat X dalam jangka panjang.
- Menambahkan variabel lain yang relevan, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit, untuk analisis yang lebih komprehensif.
- Melakukan analisis sensitivitas untuk memeriksa apakah hasil penelitian dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
Perbandingan dengan Karya Ilmiah Sejenis, Contoh Karya Ilmiah Tentang Obat Obatan
Karya ilmiah ini dapat dibandingkan dengan penelitian lain yang meneliti obat antihipertensi lainnya. Perbandingan dapat dilakukan berdasarkan metode penelitian, ukuran sampel, hasil penelitian, dan efek samping yang dilaporkan. Analisis komparatif ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efektivitas dan keamanan berbagai obat antihipertensi yang tersedia.
Misalnya, penelitian lain mungkin menggunakan metode penelitian yang berbeda, seperti *cohort study* atau *case-control study*. Perbandingan hasil penelitian dari berbagai studi dapat membantu mengidentifikasi pola dan tren yang konsisten, serta mengidentifikasi potensi perbedaan dalam efektivitas dan keamanan berbagai obat.
Pertanyaan Umum dan Jawaban Seputar Penelitian Obat-obatan
Penelitian obat-obatan adalah bidang yang kompleks dan menarik. Dari menemukan molekul baru hingga menguji efektivitas dan keamanan, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering muncul dan jawabannya, disajikan dengan gaya yang mudah dipahami.
Jenis Obat yang Sering Diteliti
Penelitian obat-obatan mencakup spektrum yang luas. Namun, beberapa jenis obat cenderung lebih sering diteliti karena kebutuhan medis yang mendesak atau potensi pasar yang besar. Misalnya, obat-obatan untuk penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung selalu menjadi fokus utama. Selain itu, penelitian juga banyak berfokus pada pengembangan antibiotik baru untuk melawan bakteri resisten, obat-obatan untuk penyakit menular baru, dan terapi inovatif untuk penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Penelitian juga meluas ke pengembangan obat-obatan yang ditargetkan (targeted therapy) yang lebih spesifik dan efektif, meminimalisir efek samping.
Cara Mencari Literatur Ilmiah tentang Obat-obatan
Mencari literatur ilmiah tentang obat-obatan membutuhkan strategi yang tepat. Basis data online seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science adalah sumber utama. Gunakan kata kunci yang spesifik dan kombinasikan berbagai istilah untuk mendapatkan hasil yang relevan. Perhatikan faktor dampak jurnal (impact factor) sebagai indikator kualitas publikasi. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur pencarian lanjutan yang ditawarkan oleh masing-masing basis data untuk menyaring hasil pencarian berdasarkan tahun publikasi, jenis studi, dan parameter lainnya. Selain itu, referensi dari artikel yang sudah dibaca juga bisa menjadi petunjuk untuk menemukan literatur tambahan.
Etika dalam Penelitian Obat-obatan
Etika merupakan pilar penting dalam penelitian obat-obatan. Prinsip utama yang harus dipatuhi adalah menghormati hak dan kesejahteraan subjek penelitian, baik manusia maupun hewan. Hal ini mencakup informed consent (persetujuan yang diberikan setelah diberi informasi lengkap), kerahasiaan data, dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Penelitian harus dirancang dan dilakukan sesuai dengan pedoman etika yang berlaku, seringkali melibatkan review etik oleh komite independen sebelum penelitian dimulai. Kejujuran dan integritas ilmiah juga sangat penting untuk memastikan kredibilitas hasil penelitian.
Cara Mempresentasikan Hasil Penelitian Obat-obatan Secara Efektif
Mempresentasikan hasil penelitian obat-obatan secara efektif membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Gunakan visualisasi data yang jelas dan ringkas, seperti grafik dan tabel. Fokus pada poin-poin penting dan hindari informasi yang terlalu detail atau teknis. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens, sesuaikan dengan latar belakang pengetahuan mereka. Latihan presentasi sebelum acara resmi sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memastikan alur presentasi yang lancar. Siapkan juga materi pendukung seperti handout atau slide presentasi yang dapat dibagikan kepada audiens.
Perbedaan Penelitian In Vitro dan In Vivo dalam Konteks Obat-obatan
Penelitian in vitro dan in vivo merupakan dua pendekatan utama dalam penelitian obat-obatan. Penelitian in vitro dilakukan di luar organisme hidup, misalnya dalam tabung reaksi atau kultur sel. Penelitian ini berguna untuk mempelajari mekanisme kerja obat pada tingkat seluler atau molekuler, relatif lebih murah dan mudah dilakukan. Sebagai contoh, uji toksisitas obat pada sel kanker in vitro. Sementara penelitian in vivo dilakukan pada organisme hidup, seperti hewan coba atau manusia. Penelitian ini memungkinkan untuk mengamati efek obat secara menyeluruh dalam sistem biologis yang kompleks, namun lebih mahal dan memerlukan pertimbangan etika yang lebih ketat. Sebagai contoh, uji efektivitas obat baru pada hewan model sebelum uji klinis pada manusia. Kedua pendekatan ini saling melengkapi dan sering digunakan secara berurutan dalam pengembangan obat.