Gaji Tki Korea 2025

Gaji TKI Korea 2025 Prospek dan Tantangan

Gaji TKI Korea 2025

Gaji Tki Korea 2025 – Memprediksi gaji TKI Korea di tahun 2025 memerlukan pertimbangan berbagai faktor, mengingat dinamika ekonomi global dan kebijakan ketenagakerjaan di Korea Selatan. Meskipun angka pasti sulit ditentukan, kita dapat menganalisis tren terkini dan proyeksi untuk memberikan gambaran umum potensi penghasilan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan pada tahun tersebut.

Memprediksi gaji TKI Korea di tahun 2025 memang menarik, mengingat fluktuasi nilai tukar dan kebijakan pemerintah setempat. Sebagai perbandingan, kita bisa melihat perkembangan gaji di dalam negeri, misalnya dengan melihat proyeksi Gaji Perangkat Desa 2025. Data tersebut bisa memberikan gambaran umum terkait tren kenaikan upah di Indonesia. Kembali ke gaji TKI Korea, perlu diingat bahwa angka pastinya masih spekulatif dan bergantung pada berbagai faktor, termasuk sektor pekerjaan dan skill yang dimiliki TKI tersebut.

Besarnya gaji TKI dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, termasuk jenis pekerjaan, keahlian dan pengalaman, lokasi penempatan, dan kebijakan pemerintah Korea Selatan terkait upah minimum. Permintaan pasar kerja juga berperan penting; pekerjaan yang memiliki permintaan tinggi cenderung menawarkan gaji yang lebih kompetitif.

Jenis Pekerjaan TKI Korea dan Kisaran Gaji

TKI di Korea Selatan bekerja di berbagai sektor, dengan masing-masing menawarkan kisaran gaji yang berbeda. Beberapa sektor utama meliputi manufaktur, pertanian, perikanan, dan sektor jasa seperti perawatan lansia. Perbedaan gaji antar sektor ini cukup signifikan, mencerminkan kompleksitas dan tuntutan pekerjaan masing-masing.

Tabel Perbandingan Gaji TKI Korea Berbagai Sektor

Sektor Pekerjaan Gaji Rata-rata (IDR) Gaji Minimum (IDR) Gaji Maksimum (IDR)
Manufaktur Rp 15.000.000 – Rp 20.000.000 Rp 12.000.000 Rp 25.000.000
Perawatan Lansia Rp 12.000.000 – Rp 18.000.000 Rp 10.000.000 Rp 22.000.000
Pertanian Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000 Rp 8.000.000 Rp 18.000.000
Perikanan Rp 11.000.000 – Rp 17.000.000 Rp 9.000.000 Rp 20.000.000

Catatan: Angka-angka dalam tabel di atas merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Data ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan bukan angka yang pasti.

Ilustrasi Kehidupan TKI Korea dengan Penghasilan Rata-rata

Sri, seorang TKI di sektor manufaktur dengan penghasilan rata-rata Rp 17.000.000 per bulan, mampu menyisihkan sebagian besar gajinya untuk dikirim ke keluarga di Indonesia. Setelah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Korea Selatan, seperti biaya makan, transportasi, dan akomodasi, ia masih dapat menabung dan secara berkala mengirimkan uang kepada keluarganya untuk membantu membiayai pendidikan adik-adiknya dan memperbaiki kondisi rumah mereka. Meskipun jauh dari keluarga, Sri merasa puas karena dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan keluarganya di Indonesia.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaji

Gaji Tki Korea 2025

Besarnya gaji TKI Korea Selatan di tahun 2025 dan seterusnya tidaklah seragam. Berbagai faktor saling berinteraksi dan menentukan besaran pendapatan yang diterima. Memahami faktor-faktor ini penting bagi calon TKI agar dapat mempersiapkan diri dan memiliki ekspektasi yang realistis.

Pengaruh Tingkat Keahlian dan Pengalaman

Keahlian dan pengalaman kerja merupakan penentu utama gaji. TKI dengan keahlian khusus dan sertifikasi, seperti perawat, teknisi, atau koki dengan pengalaman bertahun-tahun, cenderung mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan TKI dengan keahlian dasar dan minim pengalaman. Perbedaan gaji ini bisa mencapai jutaan Rupiah per bulan. Misalnya, seorang perawat dengan sertifikasi internasional dan pengalaman 5 tahun di rumah sakit Korea Selatan akan mendapatkan gaji jauh lebih tinggi daripada seorang pekerja pabrik dengan pengalaman kerja yang minim.

Dampak Kebijakan Pemerintah Korea Selatan

Kebijakan pemerintah Korea Selatan terkait upah minimum, standar ketenagakerjaan, dan regulasi imigrasi sangat berpengaruh pada gaji TKI. Kenaikan upah minimum di Korea Selatan secara langsung berdampak pada peningkatan gaji TKI, meskipun kenaikan tersebut mungkin tidak selalu sebanding dengan inflasi. Sebaliknya, kebijakan yang memperketat regulasi imigrasi atau mengurangi kuota pekerja asing bisa berdampak negatif pada tawaran gaji.

Pengaruh Kurs Mata Uang

Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Won Korea Selatan secara langsung mempengaruhi pendapatan TKI dalam Rupiah. Ketika nilai tukar Won menguat terhadap Rupiah, maka pendapatan TKI dalam Rupiah akan meningkat. Sebaliknya, jika nilai tukar Won melemah, pendapatan dalam Rupiah akan berkurang. Oleh karena itu, memantau nilai tukar mata uang merupakan hal penting bagi TKI untuk merencanakan keuangan.

Memprediksi gaji TKI Korea di tahun 2025 memang sulit, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Namun, kita bisa membandingkannya dengan profesi lain yang juga memiliki perbedaan signifikan dalam besaran penghasilan. Misalnya, jika kita melihat besaran pendapatan di sektor lain, seperti yang tercantum di Gaji Kopassus 2025 , kita bisa sedikit membayangkan perbedaan signifikan antara profesi yang membutuhkan keahlian khusus dan profesi TKI yang juga membutuhkan dedikasi tinggi.

Kembali ke topik gaji TKI Korea 2025, perlu diingat bahwa upah mereka sangat bergantung pada keterampilan, lokasi kerja, dan permintaan pasar tenaga kerja di Korea Selatan.

Pengaruh Lokasi Kerja dan Jenis Kontrak Kerja

Lokasi kerja dan jenis kontrak kerja juga menjadi faktor penting. TKI yang bekerja di kota-kota besar seperti Seoul biasanya mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan yang bekerja di daerah pedesaan. Begitu pula, jenis kontrak kerja yang menawarkan tunjangan dan benefit lebih banyak akan menghasilkan pendapatan yang lebih besar. Kontrak jangka panjang umumnya memberikan gaji yang lebih kompetitif dibandingkan kontrak jangka pendek.

Proyeksi Gaji TKI Korea di Masa Mendatang

“Diperkirakan gaji TKI Korea akan terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dan meningkatnya permintaan tenaga kerja asing di sektor-sektor tertentu. Namun, fluktuasi nilai tukar dan kebijakan pemerintah tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.” – Pakar Ekonomi, Universitas Nasional Seoul (Contoh nama ahli dan universitas)

Prospek Karier dan Pengembangan

Gaji Tki Korea 2025

Berkarir sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menawarkan potensi penghasilan yang menarik, namun kesuksesan jangka panjang bergantung pada perencanaan karier yang matang dan pengembangan diri yang berkelanjutan. Peluang peningkatan gaji dan jenjang karier sangat nyata, terutama bagi TKI yang proaktif dalam meningkatkan keterampilan dan kualifikasi mereka.

Di tahun 2025 dan seterusnya, persaingan di pasar kerja Korea Selatan akan semakin ketat. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan dan sertifikasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan membuka pintu menuju posisi yang lebih baik dengan gaji yang lebih tinggi.

Peluang Peningkatan Gaji dan Jenjang Karier

Peningkatan gaji bagi TKI di Korea Selatan umumnya didapatkan melalui peningkatan keterampilan, pengalaman kerja, dan perolehan sertifikasi. Perusahaan di Korea Selatan umumnya menghargai pekerja yang menunjukkan dedikasi dan kemampuan untuk berkembang. Jenjang karier dapat berupa promosi ke posisi supervisor, manajer, atau bahkan spesialisasi dalam bidang tertentu. Misalnya, seorang TKI yang awalnya bekerja sebagai asisten perawat mungkin dapat naik menjadi perawat terlatih dengan gaji yang lebih tinggi setelah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi yang relevan.

Pentingnya Pelatihan dan Sertifikasi

Pelatihan dan sertifikasi berperan krusial dalam meningkatkan pendapatan TKI di Korea Selatan. Keterampilan yang tersertifikasi menunjukkan kompetensi dan profesionalisme, membuat TKI lebih kompetitif dalam mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi atau peluang promosi. Sertifikasi juga dapat membuka akses ke pekerjaan yang sebelumnya tidak terjangkau.

Jalur Karier Menjanjikan di Tahun 2025

Beberapa sektor di Korea Selatan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2025, menawarkan peluang karier yang menjanjikan bagi TKI. Sektor teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan manufaktur merupakan contohnya. Khususnya di bidang perawatan kesehatan, permintaan akan perawat dan tenaga medis terampil diprediksi akan terus meningkat seiring dengan populasi yang menua.

Memprediksi gaji TKI Korea di tahun 2025 memang cukup menantang, mengingat fluktuasi nilai tukar dan kebijakan pemerintah setempat. Namun, untuk gambaran perbandingan, kita bisa melihat besaran penghasilan di sektor lain, misalnya dengan melihat proyeksi Gaji Polisi Militer 2025 yang mungkin memberikan indikasi tren kenaikan gaji di Indonesia. Dengan membandingkan data tersebut, kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai potensi kenaikan gaji TKI Korea di masa depan, meskipun tetap perlu mempertimbangkan faktor spesifik yang mempengaruhi sektor ketenagakerjaan di Korea Selatan.

Program Pelatihan yang Direkomendasikan

Untuk meningkatkan daya saing, TKI di Korea Selatan dapat mempertimbangkan berbagai program pelatihan. Program pelatihan bahasa Korea yang intensif, pelatihan vokasi di bidang-bidang yang memiliki permintaan tinggi (seperti perawatan lansia, teknologi informasi, atau manufaktur), dan program sertifikasi profesional sangat direkomendasikan. Pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga pelatihan swasta seringkali menawarkan program-program tersebut.

  • Kursus Bahasa Korea tingkat lanjut
  • Pelatihan Perawatan Lansia Bersertifikasi
  • Pelatihan Teknisi Elektronik
  • Program Sertifikasi Keahlian Manufaktur

Contoh Perjalanan Karier TKI yang Sukses

Bayangkan seorang TKI bernama Ani yang awalnya bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan gaji minimum. Dengan tekad yang kuat, ia mengikuti program pelatihan perawatan lansia dan memperoleh sertifikasi. Setelah memperoleh sertifikasi, Ani mendapatkan pekerjaan di sebuah panti jompo dengan gaji yang jauh lebih tinggi. Dengan pengalaman dan keterampilannya, ia kemudian dipromosikan menjadi kepala tim perawatan, membuktikan bahwa peningkatan gaji dan jenjang karier adalah hal yang mungkin dicapai dengan usaha dan dedikasi.

Perbandingan Gaji dengan Negara Lain

Mengetahui gaji TKI di Korea Selatan saja tidak cukup untuk menilai peluang finansial. Perlu perbandingan dengan negara tujuan lain agar dapat membuat keputusan yang tepat. Berikut analisis perbandingan gaji TKI di beberapa negara, mempertimbangkan faktor biaya hidup untuk mendapatkan gambaran pendapatan bersih yang lebih akurat.

Tabel Perbandingan Gaji TKI di Beberapa Negara

Tabel berikut memberikan gambaran perbandingan gaji rata-rata TKI di beberapa negara Asia Timur, mempertimbangkan biaya hidup. Data ini merupakan estimasi berdasarkan informasi terkini dan dapat bervariasi tergantung sektor pekerjaan, pengalaman, dan lokasi.

Negara Tujuan Gaji Rata-rata (IDR) Biaya Hidup Rata-rata (IDR) Pendapatan Bersih (IDR)
Korea Selatan Rp 25.000.000 Rp 10.000.000 Rp 15.000.000
Jepang Rp 30.000.000 Rp 15.000.000 Rp 15.000.000
Taiwan Rp 20.000.000 Rp 7.000.000 Rp 13.000.000

Catatan: Angka-angka di atas merupakan perkiraan dan dapat berbeda-beda.

Perbedaan Kondisi dan Budaya Kerja

Perbedaan gaji TKI di berbagai negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi kerja dan budaya kerja. Di Korea Selatan, misalnya, jam kerja cenderung lebih panjang dan tuntutan pekerjaan lebih tinggi dibandingkan dengan Taiwan. Di Jepang, tingkat profesionalisme dan sistem kerja yang terstruktur berdampak pada gaji yang lebih tinggi, tetapi juga disertai dengan tekanan kerja yang signifikan. Sementara itu, Taiwan menawarkan keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik, meskipun gaji mungkin sedikit lebih rendah.

Visualisasi Perbandingan Gaji

Visualisasi sederhana berupa diagram batang dapat menggambarkan perbandingan gaji rata-rata TKI di ketiga negara. Diagram batang akan menampilkan tiga batang, masing-masing mewakili Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Tinggi batang merepresentasikan gaji rata-rata dalam Rupiah. Dari visualisasi ini, kita dapat melihat secara sekilas negara mana yang menawarkan gaji rata-rata tertinggi dan terendah.

Proyeksi gaji TKI Korea di tahun 2025 tentu menarik perhatian banyak calon pekerja migran. Besarnya potensi penghasilan menjadi pertimbangan utama. Untuk memahami lebih dalam apa arti “gaji kompetitif” dalam konteks ini, ada baiknya kita melihat referensi dari artikel Gaji Kompetitif Adalah 2025 , yang membahas standar gaji ideal di berbagai sektor. Dengan pemahaman tersebut, kita bisa membandingkan dan menilai apakah gaji TKI Korea 2025 sesuai dengan ekspektasi dan standar kompetitif yang berlaku.

Komentar TKI yang Pernah Bekerja di Beberapa Negara

“Saya pernah bekerja di Korea Selatan dan Taiwan. Gaji di Korea memang lebih tinggi, tapi biaya hidupnya juga lebih mahal. Di Taiwan, meskipun gaji sedikit lebih rendah, saya merasa lebih nyaman karena biaya hidup lebih terjangkau dan budaya kerjanya lebih santai,” ujar Budi, seorang TKI yang telah bekerja di kedua negara.

Tips dan Strategi Mengoptimalkan Gaji

Gaji Tki Korea 2025

Bekerja sebagai TKI di Korea Selatan menjanjikan peluang penghasilan yang baik, namun mengoptimalkan gaji membutuhkan perencanaan dan strategi yang tepat. Artikel ini akan memberikan panduan praktis bagi TKI untuk memaksimalkan pendapatan mereka selama bekerja di Korea, mulai dari negosiasi gaji hingga pengelolaan keuangan yang efektif.

Negosiasi Gaji yang Lebih Tinggi

Kemampuan menegosiasikan gaji merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan pendapatan. Sebelum berangkat ke Korea, riset gaji rata-rata untuk posisi yang akan ditempati sangat penting. TKI dapat menggunakan informasi ini sebagai dasar dalam negosiasi dengan agen penyalur tenaga kerja atau langsung dengan pemberi kerja di Korea. Menunjukkan keahlian dan pengalaman yang relevan juga dapat menjadi daya tawar yang kuat. Jangan ragu untuk menyampaikan nilai tambah yang dapat diberikan kepada perusahaan.

Pengelolaan Keuangan yang Bijak, Gaji Tki Korea 2025

Mengatur keuangan dengan disiplin adalah hal krusial bagi TKI di Korea. Buatlah anggaran bulanan yang rinci, pisahkan pos pengeluaran kebutuhan pokok dan tabungan. Manfaatkan layanan perbankan yang tersedia untuk memudahkan transfer uang ke Indonesia dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Memiliki rencana keuangan yang terstruktur akan membantu TKI dalam mencapai tujuan finansial mereka, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Meningkatkan Pendapatan Tambahan

Selain gaji pokok, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan tambahan. Beberapa TKI memanfaatkan waktu luang mereka dengan bekerja paruh waktu yang legal, misalnya sebagai guru bahasa Indonesia atau terlibat dalam bisnis kecil-kecilan. Penting untuk memastikan kegiatan sampingan tersebut tidak melanggar peraturan imigrasi dan kontrak kerja utama. Riset dan perencanaan yang matang sangat dibutuhkan.

Langkah-Langkah Praktis Mengoptimalkan Penghasilan

  1. Lakukan riset gaji sebelum berangkat ke Korea.
  2. Negosiasikan gaji dengan percaya diri, tunjukkan keahlian dan pengalaman.
  3. Buat anggaran bulanan yang terstruktur dan disiplin dalam pengeluaran.
  4. Manfaatkan layanan perbankan untuk transfer uang dan pengelolaan keuangan.
  5. Cari peluang pekerjaan sampingan yang legal dan sesuai dengan peraturan imigrasi.
  6. Investasikan sebagian penghasilan untuk masa depan, misalnya melalui tabungan atau investasi.

Studi Kasus Pengoptimalan Pendapatan

Bu Ani, seorang TKI di Korea yang bekerja sebagai perawat, berhasil mengoptimalkan pendapatannya dengan cara berikut: Ia menegosiasikan gaji yang lebih tinggi dengan menekankan pengalamannya selama bertahun-tahun. Selain itu, ia juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai guru bahasa Indonesia di akhir pekan. Dengan disiplin mengatur keuangan dan menabung secara konsisten, ia berhasil mengirimkan uang yang cukup untuk keluarganya di Indonesia dan juga berinvestasi dalam properti kecil di kampung halamannya. Keberhasilan Bu Ani menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan disiplin, TKI dapat mencapai tujuan finansial mereka di Korea.

Pertanyaan Umum Seputar Gaji TKI Korea 2025

Mencari informasi terkini mengenai gaji TKI Korea di tahun 2025? Tentu saja, banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari faktor-faktor yang memengaruhi besaran gaji hingga risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi. Berikut ini beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan, beserta jawabannya.

Proyeksi Kenaikan Gaji TKI Korea di Tahun 2025

Prediksi kenaikan gaji TKI Korea di tahun 2025 sulit dipastikan secara pasti. Besarnya gaji dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah Korea Selatan, kondisi ekonomi global, sektor pekerjaan, dan keahlian TKI. Namun, memperhatikan tren kenaikan upah minimum di Korea Selatan dan permintaan tenaga kerja asing di beberapa sektor, diperkirakan akan ada kenaikan, meskipun persentasenya bervariasi. Sebagai contoh, jika upah minimum di Korea Selatan naik 5%, maka gaji TKI di sektor yang sama juga berpotensi meningkat dengan besaran yang serupa atau sedikit lebih rendah, tergantung pada negosiasi dan kontrak kerja.

Sumber Informasi Terkini Gaji TKI Korea

Mendapatkan informasi gaji TKI Korea yang akurat dan terkini sangat penting. Berikut beberapa sumber terpercaya yang dapat Anda manfaatkan:

  • Website resmi pemerintah Korea Selatan terkait ketenagakerjaan: Situs-situs pemerintah biasanya menyediakan data statistik upah dan informasi ketenagakerjaan yang akurat.
  • Lembaga penyalur tenaga kerja resmi: Lembaga penyalur yang terdaftar dan terpercaya akan memberikan informasi gaji yang sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.
  • Forum dan komunitas TKI Korea: Bergabung dalam forum atau komunitas TKI Korea dapat memberikan wawasan langsung dari pengalaman para pekerja di lapangan, meskipun informasi ini bersifat subjektif dan perlu diverifikasi.
  • Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Korea Selatan: Konsulat Jenderal RI dapat memberikan informasi dan bantuan terkait isu ketenagakerjaan bagi TKI di Korea Selatan.

Risiko dan Tantangan Terkait Gaji TKI Korea

Meskipun potensi penghasilan di Korea Selatan menarik, TKI perlu memahami risiko dan tantangan yang terkait dengan gaji. Beberapa di antaranya adalah:

  • Potensi eksploitasi: Beberapa perusahaan mungkin mencoba membayar di bawah upah minimum atau tidak membayar sesuai kesepakatan.
  • Kesulitan dalam menuntut hak: Hambatan bahasa dan ketidakfamilieran dengan sistem hukum Korea dapat mempersulit TKI dalam menuntut haknya jika terjadi pelanggaran kontrak kerja.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang: Perubahan nilai tukar rupiah terhadap won Korea dapat memengaruhi jumlah rupiah yang diterima TKI.
  • Biaya hidup yang tinggi: Meskipun gaji relatif tinggi, biaya hidup di kota-kota besar di Korea Selatan juga cukup tinggi, sehingga perlu perencanaan keuangan yang matang.

Persiapan Mendapatkan Gaji yang Baik di Korea Selatan

Untuk memaksimalkan potensi penghasilan di Korea, persiapan yang matang sangat krusial. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Pilih lembaga penyalur resmi: Hindari penyalur ilegal untuk mencegah eksploitasi dan memastikan hak-hak Anda terlindungi.
  2. Pelajari bahasa Korea: Kemampuan berbahasa Korea akan sangat membantu dalam berkomunikasi dengan atasan dan rekan kerja, serta dalam bernegosiasi gaji.
  3. Tingkatkan keterampilan: Keterampilan dan keahlian yang tinggi akan meningkatkan daya tawar Anda dalam mendapatkan gaji yang lebih baik.
  4. Pahami kontrak kerja: Bacalah kontrak kerja dengan teliti dan pastikan Anda memahami semua ketentuan yang tertera, termasuk besaran gaji, tunjangan, dan hak-hak Anda.
  5. Konsultasi dengan pihak berwenang: Konsultasikan dengan Konsulat Jenderal RI di Korea Selatan jika Anda menghadapi masalah terkait gaji atau hak-hak pekerja.

Perbedaan Gaji TKI Formal dan Informal di Korea

Perbedaan gaji antara TKI formal dan informal di Korea Selatan sangat signifikan. TKI formal bekerja berdasarkan kontrak kerja resmi dengan perusahaan yang terdaftar dan terikat oleh aturan ketenagakerjaan Korea Selatan. Mereka biasanya mendapatkan gaji yang lebih tinggi, tunjangan yang lebih lengkap (seperti asuransi kesehatan dan jaminan pensiun), dan perlindungan hukum yang lebih kuat. Sebaliknya, TKI informal bekerja tanpa kontrak resmi, seringkali dengan gaji yang jauh lebih rendah dan tanpa perlindungan hukum yang memadai. Sebagai contoh, seorang TKI formal di sektor manufaktur mungkin mendapatkan gaji bulanan sekitar 2 juta won (sekitar Rp 22 juta dengan kurs tertentu), sedangkan TKI informal di sektor yang sama mungkin hanya menerima separuhnya atau bahkan lebih rendah.

About victory